income.web.id

Peluang Bisnis, Online dan Offline, Entrepreneurship


Bukan Great Mobile Plan Yang Terpenting


Mobile adalah media masa depan yang mampu mendukung bisnis. Namun, apa langkah yang harus dilakukan untuk go mobile? Haruskah merancang strategi go mobile yang besar? Atau sebenarnya masih soal marketing strategy biasa?


Rohit Dadwal, Managing Director MMA (Mobile Advertising Association) dalam presentasinya di ajang IDBYTE, Rabu (13/7/2011) hari ini di Pacific Place, Jakarta, mengatakan, hal terpenting dalam go mobile bukan perencanaan go mobile itu sendiri.

"Untuk go mobile atau menggunakan mobile untuk tujuan bisnis, bukan 'Great Mobile Plan'. yang dibutuhkan sebenarnya adalah strategi marketing yang sesuai dengan ranah mobile," kata Dadwal.

Untuk soal ini, Dadwal menunjukkan beberapa contoh. Salah satunya yang dilakukan AXA. Memakai augmented reality, AXA memasang iklan di media cetak yang jika dilihat dengan ponsel, maka akan menjadi video interaktif.

Kasus lain adalah Nike. Masyarakat di New York diminta seperti berebut "undian" sepatu. Mereka memotret produk sepatu yang ada di billboard dan jika berhasil, maka akan mendapatkan sepatu tersebut gratis.

Contoh kasus yang paling ekstrim ada di India. "Di India kata kondom itu tabu. Padahal mengkomunikasikan pemakaian kondom penting. Dengan mobile, lalu ada yang membuat rington kondom," kata Dadwal.

Kasus terakhir adalah pada produk kacamata. Produsen mengembangkan aplikasi sehingga pengguna membuka, mereka bisa melihat wajah diri, mengakses produk dan mencocokkannya.

Kasus-kasus tersebut, menurut Dadwal, menunjukkan bahwa perusahaan tidak langsung menyusun strategi go mobile, tetapi membaca kelebihan mobile yang bisa digunakan untuk mengimplementasi kan strategi marketing yang ada.

Dengan merencanakan strategi marketing dan menyesuaikannya di ranah mobile, maka produsen bisa menikmati manfaat mobile. Misalnya, produk parfum Axe bisa menikmati pertumbuhan penjualan hingga 300 persen.

Menurut Dadwal, mobile bisa dipakai untuk melakukan beragam strategi bisnis mobile. Dalam kasus Nike, Dadwal mengatakan bahwa yang dilakukan adalah membangun brand Nike.

Sementara, pada kasus kondom, mobile dipakai untuk melakukan promosi dan pada kasus produk kacamata, mobile dipakai untuk tujuan trial and purchase. Strategi lain yang mungkin ialah mobile untuk direct response.

Dadwal mengatakan, "Belum banyak yang me-monetize-nya, padahal ini punya potensi besar untuk monetize. Untuk memanfaatkan, tidak bisa langsung buat plan mobile yang asal, tapi lebih bagaimana leverage mobile ke strategi marketing."

sumber: kompas.com
0 Komentar untuk "Bukan Great Mobile Plan Yang Terpenting"

Download Ebook Gratis