income.web.id

Peluang Bisnis, Online dan Offline, Entrepreneurship


Janji Pemerintah Majukan Startup Digital


Ada yang berbeda dengan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu pada Rabu (6/7/2011). Mari yang menjadi keynote speaker dalam seminar pertama di Pekan Produk Kreatif Indonesia (PPKI) 2011 tampil lebih santai. Ia tak berdiri di depan podium sekadar menyampaikan kata sambutan, tapi juga menyampaikan presentasi seputar perkembangan industri kreatif dan membuka dialog interaktif dengan peserta seminar.


Berbicara dalam tema "Peluang dan Tantangan Perkembangan Industri Kreatif di Indonesia" yang digelar di ruang Cendrawasih 3 Jakarta Convention Center (JCC), Mari menyampaikan poin-poin penting seputar perkembangan bisnis digital di Indonesia. Ia menuturkan, dengan jumlah pengguna Facebook terbanyak kedua di dunia, dan pengguna Twitter terbanyak keempat di dunia, Indonesia merupakan pangsa pasar bisnis digital yang potensial.

Menurut Mari, keberadaan internet telah mengubah semua aspek kehidupan baik masyarakat, pelaku bisnis, media, pemerintah, hingga sistem pendidikan. Kebutuhan masyarakat mulai beralih dari sekadar telekomunikasi menjadi kebutuhan akses data dan sosial media. Pelaku bisnis mulai beralih dari bisnis fisik ke bisnis digital. Media pun mulai beradaptasi dengan tak hanya menyediakan konten cetak dan elektronik namun juga media online. Pemerintah beradaptasi dengan melakukan e-government dan sistem pendidikan beralih dari sistem belajar-mengajar manual ke sistem e-learning.

Mari menyampaikan data pada Quarter pertama tahun 2011, Indonesia memiliki 180 juta subscriber dengan penetrasi internet sebesar 80 persen. "Ini bukan statistik jumlah penduduk yang mengakses internet, tapi jumlah pengguna internet yang memiliki akun di berbagai sosial media. Bisa saja satu orang memiliki dua atau tiga akun dari sosial media yang berbeda," ujarnya. Mari memperkirakan tren Indonesia ke depan, jumlah subscriber di Indonesia akan bertambah menjadi 246 juta.

Tantangan bagi industri digital di Indonesia untuk menembus pasar potensial tersebut menurut Mari terdiri dari banyak hal. Pertama, pendefinisian industri digital sendiri, yang hingga kini masih kurang dipahami oleh calon pebisnis. Cakupan bisnis digital harus dipikirkan untuk membatasi ruang lingkup bisnis sehingga lebih fokus.

Kedua, pebisnis harus melakukan identifikasi bisnis model untuk perusahaan digitalnya. Ketiga, pebisnis harus mematangkan kesiapan bisnisnya dengan dukungan infrastruktur yang memadai. Keempat, kualitas sumber daya manusia pelaku ICT (Information and Communication Technology) juga harus ditingkatkan.

Mari mengakui, konten lokal di Indonesia sudah mulai berkembang dengan munculnya perusahaan-perusahaan start-up. Namun, kebijakan penanaman modal adalah tantangan selanjutnya bagi perusahaan start-up di Indonesia. Kini perusahaan-perusahaan digital lokal di Indonesia mulai banyak diakuisi oleh investor asing. Hal ini menunjukkan kreatifitas Indonesia mulai dilirik dan menjadi perhatian investor-investor asing.

"Namun, apakah Anda rela, perusahaan yang Anda bangun dengan mimpi dan kerja keras diambil alih oleh investor asing? Kalau Anda bisa tetap memegang kendali terhadap perusahaan Anda, itu lebih baik," ujarnya.

Dua hal lain yang menjadi fokus Mari dalam presentasinya adalah mengenai biaya akses internet yang harus kompetitif. "Indonesia memiliki 10 provider telekomunikasi yang seharusnya bisa memberikan tarif yang kompetitif untuk mendukung perkembangan industri digital," jelasnya. Mari juga menyinggung mengenani pembiayaan perusahaan digital yang selama ini masih ditanggung sendiri oleh pengusaha.

"Saya mengakui perbankan masih kesulitan memberikan kucuran dana karena bisnis digital masih diragukan kepastian pengembalian modalnya. Namun, tahun ini Kementrian Perdagangan telah mulai melakukan roadshow ke bank-bank terutama di daerah untuk bisa memahami bisnis model dari industri kreatif terutama industri digital. Saya berterima kasih kepada angel investor, joint venture, dan proyek-proyek inkubasi yang selama ini telah membantu memberikan permodalan kepada perusahaan start-up. Ke depan, pemerintah akan mengatur regulasi permodalan bagi start-up sehingga mendapatkan akses untuk mengajukan modal kepada pihak perbankan," ungkap Mari.

Mari tidak menjelaskan kapan regulasi tersebut akan direalisasikan, namun pernyataan ini bisa menjadi angin segar bagi perusahaan-perusahaan start-up khususnya pebisnis dunia digital untuk mengembangkan usaha.

sumber: kompas.com
0 Komentar untuk "Janji Pemerintah Majukan Startup Digital"

Download Ebook Gratis