income.web.id

Peluang Bisnis, Online dan Offline, Entrepreneurship


Peluang Bisnis Bayi yang Menggiurkan


Dunia bayi adalah dunia yang terbuka terhadap peluang bisnis. Berangkat dari keluguan dan kelucuan mahluk mungil ini, muncullah beragam produk yang disediakan untuk memenuhi kebutuhan mereka.


Di salah satu toko perlengkapan bayi dan ibu hamil Mothercare, Plaza Indonesia, Celina Lohardjo sebagai manajer pemasaran produk asal Inggris tersebut di Indonesia memperlihatkan berbagai produk unggulan mereka. Sebagai toko yang berkonsep one stop shopping, apa pun keperluan bayi ada di sini, mulai dari pakaian, sepatu, selempang untuk menggendong, kereta bayi, hingga tisu dengan berbagai rasa buah untuk membersihkan gigi bayi yang baru tumbuh.

Kalau ditotal, Celina mengatakan, produk Mothercare bisa mencapai 6.000 jenis, sebagian besar di antaranya untuk bayi baru lahir hingga usia setahun. ”Produk yang ada di sini sama seperti produk Mothercare di negara lain. Jadi, seorang ibu bisa mengikuti tren mode bayi di pasar internasional,” kata Celina.

Tak hanya produk mode, kosmetik, mainan, dan perlengkapan sehari-hari lainnya, di Mothercare—yang masuk ke Indonesia tahun 2005—dan toko perlengkapan bayi lain juga dijual kepingan cakram padat (CD) berisi musik klasik. Jenis musik ini dipercaya bisa meningkatkan kecerdasan bayi meski masih menjadi perdebatan panjang di dunia psikologi.

Penulis buku sekaligus musisi Don Campbell menulis buku laris The Mozart Effect, tahun 1997. Meski pandangannya masih memicu kontroversi, banyak yang percaya bahwa mendengarkan musik klasik akan membuat anak semakin pintar. Rekaman lagu-lagu The Mozart Effect yang dikompilasi Don Campbell memenuhi rak toko perlengkapan bayi di Jakarta.

Rekaman ini terdiri atas beberapa seri, seperti lagu-lagu khusus untuk menidurkan dan menemani bayi beraktivitas. ”Rekaman seperti ini disukai pembeli,” kata Santi, manajer toko perlengkapan bayi di kawasan Pondok Indah, Jakarta.

Pemain lama produk perlengkapan bayi Le Monde—yang merambah Indonesia sejak tahun 1982—masih menjadi salah satu produk yang dicari konsumen. Zakiah ”Jackie” Ambadar, Managing Director PT Lembanindo Tirta Anugrah sebagai produsen Le Monde, mengatakan, pihaknya sampai melakukan survei demi menjadi pencipta mode.

Misalnya, mereka menemukan bahwa untuk setiap bayi pertama yang lahir, sedikitnya sang bayi menerima 10 hadiah dari kerabatnya. Itu sebabnya Le Monde mengembangkan produk gifts for babies, yang terdiri atas pilihan satu set pakaian, perlengkapan tempat tidur, dan lain-lain.

Pengalaman selama hampir 30 tahun bergulat di industri ini membuat Jackie memahami ”cita rasa” para ibu yang berbelanja di gerainya. Ibu-ibu yang pertama kali memiliki bayi biasanya lebih impulsif dalam belanja. Untuk produk yang sama, mereka bisa membeli tiga desain berbeda sekaligus.

Sedangkan para ibu yang berbelanja untuk bayi yang kedua dan seterusnya, biasanya lebih rasional. Mereka banyak memilih produk yang berfungsi ganda. Misalnya, produk bantal penyangga yang bisa digunakan sewaktu ibu hamil, menyusui, dan kemudian bisa dipakai untuk anaknya.

”Nenek yang punya cucu pertama juga biasanya royal. Apa saja ingin dibeli. Kadang cucu pertama ini punya dua kamar bayi sekaligus, di rumahnya dan di rumah neneknya,” kata Jackie.

Bisnis pelayanan
Tak hanya kebutuhan akan benda kasatmata yang membuka peluang bisnis di dunia bayi. Sejumlah orangtua memilih memberi pelayanan seperti yang lumrah dilakukan pada orang dewasa. Spa dan pemotretan di studio foto, misalnya.

Di Jakarta, bisnis fotografi anak marak mulai tahun 2003. ”Studio saya sampai berantakan. Ibu-ibu dan babysitter antre nungguin anak-anak untuk difoto,” kata Nathal Adjie, pemilik Studio Amadeus di Kemang.

Fotografi anak dan bayi memang sedang tren waktu itu. Nathal bisa memotret sampai belasan klien dalam sehari. Beberapa di antara mereka kini menjadi pelanggan setia sejak hamil sampai melahirkan anak pertama, kedua, dan seterusnya. Nathal melihat fotografi anak adalah pasar yang tak pernah habis.

Nathal lebih banyak mengeksplorasi karakter orang yang dia potret. Foto-foto yang dipajang di dinding studio, misalnya, mampu bercerita tentang karakter orangtua dan anak dalam satu foto. Ada foto yang menggambarkan sang anak melirik cemburu kepada adik barunya yang menyita perhatian ayah dan ibu, ada pula anak yang difoto blur atau kabur saking aktifnya dia bergerak. Foto-foto jenis inilah yang ternyata digemari para orangtua.

Bisnis unik dilakukan Atika Ratna Sari (26). Perempuan yang biasa dipanggil Ika ini menjual nama bayi sejak Maret 2010 setelah melihat banyak temannya yang kesulitan mencari nama bayi.

Berbekal pengalaman harus mencari nama tokoh saat menulis cerita pendek, Ika memulai bisnis nama bayi melalui Facebook, lalu membuat situs www.namabayiunik.com sebagai media transaksi.

Cara Ika mencarikan nama untuk kliennya cukup detail. Dia memulai dengan mencari data lengkap tentang latar belakang keluarga, seperti nama orangtua, suku, agama, nama yang disukai, dan keterlibatan mertua dalam menentukan nama.

Setelah itu, dia akan mencari nama yang unik dan eksklusif karena kedua faktor inilah yang menjadi nilai jual bisnisnya. Apalagi, harga yang ditetapkan cukup tinggi, yaitu Rp 1 juta dan Rp 3 juta untuk tiga nama yang biasanya terdiri dari tiga kata.

Perbedaan kedua paket tersebut ada pada proses pengerjaannya, yaitu 2-4 minggu untuk harga Rp 1 juta dan 1-3 hari untuk Rp 3 juta. Inisial setiap kata pada nama berharga Rp 3 juta akan membentuk kata yang memiliki makna tersendiri, seperti kata ”DOA” dari nama Diandra Olivia Ashar.

Saking menariknya dunia ini, Ika bahkan bermimpi melakukan inovasi, yaitu menjual nama melalui mesin yang fungsinya seperti ATM. Ada-ada saja...

sumber: kompas.com
0 Komentar untuk "Peluang Bisnis Bayi yang Menggiurkan"

Download Ebook Gratis