income.web.id

Peluang Bisnis, Online dan Offline, Entrepreneurship


Inovatif dan Kreatif Manfaatkan Media Virtual


Batik dan denim. Padanan yang boleh jadi sulit ditemukan pada kebanyakan sosok anak muda di Indonesia. Tapi tidak bagi Ivan Kurniawan, seorang anak muda jebolan Teknik Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB), yang justru tertarik untuk melestarikan batik lewat usahanya, Lazuli Sarae.


Bersama partnernya, Maretta Nirmanda, lulusan Kriya Tekstil ITB, mereka berhasil memadukan budaya tradisional Timur, yaitu batik dengan budaya modern ala Barat, denim, dengan melakukan proses pembatikan tradisional pada material denim sehingga menghasilkan varian tekstil baru.

Bahan tekstil inilah yang kemudian diolahnya menjad i berbagai produk fashion trendy, seperti jaket, kardigan, blazer , shirt, celana, aksesori, hingga sepatu.

Tentu saja, Ivan, begitu lelaki berumur 25 tahun ini biasa disapa tak lupa memanfaatkan ilmunya untuk mengembangkan bisnisnya. Ia piawai memanfaatkan kemajuan teknologi informasi sebagai sarana untuk memasarkan produknya.

Tengok saja, mulai dari membuat situs resmi yaitu www.lazulisarae.com hingga memanfaatkan jejaring sosial seperti Facebook, twitter, Yahoo Messenger, dan e-commerce untuk menarik minat kalangan muda yang ditargetkan menjadi pembeli potensialnya. Hanya perlu waktu lima bulan saja kini Ivan telah berhasil menarik 387 orang peminat produknya di Facebook dan mempekerjakan 6 orang karyawan.

Lain lagi Yunara Ningrum Nasution, mahasiswi Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK - UI) ini mengaplikasikan ilmu yang ia dapatkan di bangku kuliah untuk membuat pengetahuan anatomi tubuh manusia lebih menarik untuk anak-anak.

Dengan Heuphoria , kepanjangan dari Health Euphoria yang berarti senang untuk sehat, adalah keinginan dari Yuyun dan rekan-rekannya untuk membuat anak-anak senang mempelajari letak dan fungsi organ-organ tubuh manusia agar dapat mereka dapat menjaga kesehatan organ-organ tersebut dengan baik pula. Pada boneka Ana yang ia produksi, anak-anak dan orangtua dapat melihat jantung, hati, usus, paru-paru dan lambung yang dapat dilepas pasang. Ia juga me nyediakan brosur penjelasan tentang fungsi masing-masing organ sebagai sarana pembelajaran anak-anak.

Ivan dan Yunara adalah dua dari 10 anak muda yang berhasil meraih penghargaan Shell LiveWIRE Business Start-Up Awards (BSA) 2011. Selain mereka , masih ada delapan pemenang lainnya yaitu Ariyadi Yunianto ( Cendani Spa, Bantul), Muh. Ircham (Kopi Celup Saitama , Ambarawa), Robby Adiarta ( Angkringan Cekli, Kudus), Muhammad Fahrian Agam ( GoDream, Depok), Lailatus Saadah ( Krawu Burger, Surabaya) , Elgia Melissa Kirana ( Hanaroo Baby Wrap, Bandung), Fauzi Nugraha (Kedai Imah Monyet , Bandung), dan Muhammad Baarik Khoiruman ( Sego Njamoer, Surabaya).

Sepuluh anak muda inovatif tersebut berhasil mengembangkan ide bisnisnya, berbagai potensi dan peluang yang ada di daerahnya masing-masing menjadi bisnis menjanjikan. Keberanian dan kreatifitas mereka pun telah memberikan andil dalam membuka lapangan pekerjaan untuk masyarakat di sekitarnya.

"Para pengusaha pemula seperti mereka ini perlu didukung agar dapat menjadi pengusaha-pengusaha tangguh kelas menengah. Kami percaya sinergi dengan berbagai pihak dapat lebih mendorong kemampuan tunas-tunas muda kita ini untuk menjadi tulang punggung kegiatan perekonomian Indonesia di waktu mendatang," kata Darwin Silalahi, President Direktur PT Shell Indonesia di Jakarta, Kamis (13/10).

Darwin menambahkan, pertumbuhan wirausahawan muda sangat diperlukan untuk membangun ketahanan ekonomi nasional menghadapi era perdagangan bebas 2015. Kontribusi usaha mikro dalam penyelamatan dan pem ulihan kondisi ekonomi akibat masa krisis tidak dapat dipungkiri.

Melalui program Shell LiveWIRE , Shell ingin memberikan kontribusi positif dan turut andil membangun ketahanan ekonomi dengan memotivasi anak-anak muda untuk berwirausaha dan menjadikannya sebagai alternatif karir.

Ajang penghargaan wirausaha muda pemula ini menitikberatkan penilaian pada aspek: K ewirausahaan, Situasi Bisnis dan Perencanaan ke Depan. Untuk aspek kewirausahaan, penilaiannya meliputi: ide bisnis, inovasi, tujuan dan motivasi pr ibadi.

Sementara untuk aspek situasi bisnis, penilaiannya meliputi: kinerja operasional, seperti efisiensi, penjualan dan pemasaran, keuangan, sumber daya manusia, teknologi dan hak intelektual. Terakhir pada aspek perencanaan ke depan, penilaiannya melip uti: tujuan jangka panjang, rencana strategis serta peluang pengembangan usaha.

Tahun ini, jumlah peserta yang mendaftar pada ajang ini mencapai 241 orang dan berasal dari berbagai daerah mulai Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur hingga Bali. Sejak 2006 hingga 2011, total peserta yang sudah mengikuti ajang Shell LiveWIRE BSA mencapai 2. 645 orang.

Sepuluh pemenang Shell LiveWIRE BSA 2011 , masing-masing mendapatkan hadiah uang sebesar Rp 20 juta per bisnis, pelatihan dan konsultasi bisnis serta publikasi di media.

Selain ajang penghargaan Business Start-Up Awards , Shell LiveWIRE juga mengadakan program pelatihan, konsultasi bisnis dan diskusi bisnis untuk membantu dan memberikan inspirasi kepada kaum muda agar tertarik memulai bisnis atau mengembangkan usaha yang sudah dirintisnya.

Sebagai bagian dari program sosial Shell Internasional, hingga saat ini, program Shell LiveWIRE telah diaplikasikan di lebih dari 25 negara dan telah membantu mengembangkan lebih dari 2.800 bisnis baru serta menciptakan lapangan kerja bagi 8.900 tenaga kerja.

Sejak dimulai pada tahun 1982, program ini telah memberikan kontribusi kepada 1, 3 juta anak muda dalam mengembangkan ide dan bisnisnya melalui informasi, saran dan dukungan yang diperolehnya.

sumber: kompas.com
0 Komentar untuk "Inovatif dan Kreatif Manfaatkan Media Virtual"

Download Ebook Gratis