income.web.id

Peluang Bisnis, Online dan Offline, Entrepreneurship


SMESCO Community Network, Wadah Berkumpulnya UKM


Pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) kini tidak perlu repot dalam menyiapkan sejumlah fasilitas terkait usahanya, seperti ruang kantor. Pasalnya, SMESCO Community Network (SCN) hadir untuk memberikan layanan tersebut.


"Kita (SCN) ini adalah wadah atau suatu tempat untuk menciptakan komunitas para UKM di Indonesia," ujar Ontoseno Kartorejo, Direktur Penjualan dan Pemasaran SCN, kepada Kompas.com, di Jakarta, Kamis ( 20/10/2011 ). Tujuannya, lanjut dia, untuk meningkatkan kesejahteraan para pengusaha dengan cara memberikan fasilitas kantor yang representatif hingga membangun jaringan.

Fasilitas kantor yang diberikan kepada pengusaha anggota SCN cukup banyak. Mulai dari alamat, resepsionis, bantuan administrasi, termasuk penggunaan beberapa ruang. "Work station dilengkapi dengan komputer dan telepon," tambah dia.

Selain menyediakan tempat untuk kantor, yang disebut dengan virtual office plus, bagi para pelaku UKM, SCN juga memberikan kesempatan bagi pengusaha untuk mengikuti kegiatan bisnis matching, market review, dan one on one session dengan para pembeli (buyer).

Seminar dan pelatihan terkait pengembangan keahlian hingga produksi juga akan diberikan kepada para anggota dari wadah yang baru saja berdiri pada April 2011. Pelatihan ini biasanya dilakukan dua kali dalam sebulan. "Terakhir kami bikin seminar itu untuk business development bekerja sama dengan ActionCoach," sebut Ontoseno.

200 anggota
Kini SCN telah beranggotakan lebih dari 80 UKM, yang sebagian besar, atau sekitar 85 persen, berdomisili di Jabodetabek. Sisanya berasal dari Sukabumi, Bandung, dan Yogyakarta.

Berdasarkan kategori usaha, sebanyak 60 persen merupakan UKM yang bergerak di bidang kerajinan tangan. "Kemudian, sekitar 20 persen itu furnitur. Sisanya campur antara aksesoris, food product, dan konsultan," sebut dia.

Hingga akhir tahun ini, SCN pun menargetkan akan menambah keanggotaan menjadi 200 anggota. Ia menyebutkan, jumlah tersebut berubah dari target sebelumnya. Salah satu penyebabnya, terang dia, usaha yang belum maksimal. Di mana dalam mencari anggota, SCN menggunakan strategi jemput bola melalui telemarketing. Sekarang, strategi pun kian dikembang dalam mencari tambahan anggota, seperti melalui media. Alhasil, sekarang ini, ada 30 UKM yang sedang dalam proses untuk menjadi anggota.

Untuk pertama kali, anggota pun bertemu buyer asing
"Ini salah satu konsep yang kita jalankan untuk memenuhi janji kita. Janji kita kan untuk mengembangkan usaha," ujar Ontoseno terhadap kegiatan business matching antara anggotanya dengan pengusaha asal Kolombia, yang berlangsung Kamis sore. Menurut dia, KBRI Bogota telah mengirimkan kebutuhan dari para pengusaha yang terdiri dari 11 orang seperti apa, misalnya produk yang dicari.

Kemudian, SCN menyediakan anggotanya sesuai dengan karakteristik usaha yang diminta. Bahkan, usaha yang tidak diminta pun diajak turut serta dalam kegiatan itu. Dengan begitu ada sekitar 30 pengusaha lokal yang melakukan negosiasi hingga kemungkinan untuk membuat kesepakatan.

Dalam melakukan kegiatan business matching ini, SCN berupaya untuk mengkontak kedutaan-kedutaan di Jakarta hingga KBRI di luar, dalam hal ini KBRI Bogota, Kolombia.

Terhadap kegiatan business matching dengan pelaku usaha Kolombia, Ami Sunarmi, selaku staf usaha MeikiBags, mengaku para pengusaha Kolombia tertarik akan produk tasnya yang terbuat dari kain perca. "Tapi, hanya dibeli sebagai suvenir pribadi saja. Katanya harganya mahal," ujar Ami. Memang, harga produknya yang berkisar Rp 69.000 - Rp 119.000 ini buatan tangan, bukan mesin.

sumber: kompas.com
2 Komentar untuk "SMESCO Community Network, Wadah Berkumpulnya UKM"

Mau dong ikutan belajar disana,gimana syarat jadi anggota,tks.

Bagaimana cara jd anggota ukm di di smesco

Download Ebook Gratis