income.web.id

Peluang Bisnis, Online dan Offline, Entrepreneurship


Inilah 5 Tips dari Entrepreneur Perempuan


Walau kesuksesan dalam dunia entrepreneurial sepertinya didominasi oleh kaum pria tapi perlu diingat bahwa kontribusi kaum hawa juga tak bisa dipandang remeh. Banyak entrepreneur perempuan yang juga miliki mental dan jiwa entrepreneurship tinggi sehingga bisa lolos dalam ketatnya persaingan dalam mengelola usahanya dan sukses menggapai puncak keberhasilan.


Keberhasilan para entrepreneur perempuan itu tak lepas dari sifat perempuan yang dikenal lebih peduli dengan upaya pencapaian solusi dibanding memeroleh pujian, lebih andal dalam menjalin relasi dan dikenal sebagai sosok dengan sistem pemikiran intuitif.

Ada banyak pelajaran penting yang bisa dipetik dari pengalaman para entrepreneur perempuan dari belahan dunia lain, misalkan saja Singapura. Berikut adalah lima tips dari entrepreneur perempuan negeri singa tersebut seperti dilansir dari laman SGEntrepreneurs.com.

Pahami Alasan Anda Melakukan Semuanya Ini
Jarang sekali ada entrepreneur yang bisa menuai keberhasilan di langkah pertama mereka mengarungi jagat entrepreneurial. Faktanya, di balik kesuksesan itu ada segudang pelajaran penting yang dapat dipetik mengenai pengalaman bangkit dari kegagalan.

Memahami alasan mengapa Anda menjadi entrepreneur akan sangat membantu Anda belajar dengan lebih baik dari kesalahan yang mungkin Anda lakukan dan memberikan Anda kepercayaan diri untuk tetap maju.

Social entrepreneur Carol Chyau adalah co-founder Shokay, label lifestyle yang canangkan program pendapatan berkelanjutan dari wilayah pedesaan di China. Shokay merancang serta menjual aneka macam produk yang terbuat dari bulu hewan yak yang bahannya dibeli dari penggembala Tibet. Meski dia dan partnernya tak memiliki wawasan mengenai industri serat tekstil namun mereka mau terjun langsung ke dalam usahanya dan mengasah wawasan dari buku, mentor serta hasil pencarian di Google.

Butuh kesabaran serta keberanian ekstra untuk menjadi ahli di bidang bisnis yang ditekuninya. Lalu, apa yang memotivasi lulusan Harvard ini dalam memilih dunia entrepreneurial dibandingkan karir cemerlang dan posisi nyaman di perusahaan besar? “Saya tidak melakukan hal ini karena saya merasa lebih dermawan dibanding orang lain di luar sana, atau karena saya merasa lebih ikhlas. Bagi saya, ini berkaitan dengan tanggung jawab. Saya hanya percaya bahwa semakin beruntung diri kita dengan apa yang kita miliki, semakin banyak yang harus kita berikan untuk orang lain,” jelasnya.

Carol Chyau berbagi resep kepada entrepreneur lain untuk selalu jujur kepada diri sendiri. Bila Anda memilih entrepreneurial untuk menuai pujian, berarti itu bukanlah motivasi terbaik.

Jangan Takut untuk Merealisasikan Ide Bisnis Anda
Sebuah ide dalam mencipta produk takkan miliki arti bila konsumen tak membutuhkan produk tersebut. Segeralah menguji ide bisnis Anda dengan membicarakannya kepada klien potensial yang benar-benar mengerti akan kebutuhan konsumen.

Elfaine Tan, pendiri The Sample Store, meninggalkan pekerjaannya hanya dalam kurun waktu beberapa bulan sejak dia diwisuda. Ia mempunyai ide untuk mengembangkan toko online yang bisa mendistribusikan serta menjual sampel dan berkeinginan untuk memvalidasinya. Tanpa kenal lelah, dia lalu memperkenalkan serta mempresentasikan ide itu kepada para brand marketer. Alhasil, The Sample Store sukses mendistribusikan 500 ribu sampel produk bermerek kepada lebih dari 78 ribu orang.

Ketika Dijuluki Keras Kepala, Terimalah Sebagai Pujian
Tak diragukan lagi bahwa dalam perjalanan entrepreneurial, Anda akan bertemu dengan orang-orang yang mungkin akan memandang sebelah mata pada bisnis Anda atau bahkan meremehkan apa yang telah Anda lakukan. Seberapa besar Anda akan terpengaruh oleh cemooh orang lain, itu terserah Anda.

Sheryl Tay, pemilik The Baby Specialist, perusahaan yang menyewakan perlengkapan baby untuk rumah sakit, berani membuktikan bahwa penilaian negatif orang lain akan usahanya itu salah. “Sangat melelahkan dan membuat stres ketika orang lain meragukan apakah bisnis (yang kita kelola) bisa berjalan atau tidak. Tapi bila dilihat kembali, saya pikir ada banyak komentar yang juga mendorong saya untuk membuktikan bahwa ide saya bisa bekerja. Selalu terbuka dan (sebaiknya) terima saja kritik yang berasal dari sekitar Anda,” sarannya.

Belajar Mengenal Nilai Kontradiksi Secara Bersamaan
Tak diragukan lagi, memiliki passion terhadap apa yang Anda kerjakan merupakan komponen penting untuk berinovasi. Namun, pada saat yang sama, entrepreneur juga harus bisa memahami risiko serta aksi yang diperlukan dalam bisnis mereka.

Tan Siok Siok, Direktur Twittamentary sekaligus co-founder Kinetic ONE, jaringan video online mempunyai mendeskripsikan proses ini dengan sangat tepat.

“Saya selalu menemukan bahwa sebagai entrepreneur, Anda harus memahami nilai-nilai kontradiktif secara bersamaan. Contohnya, Anda harus mempunyai gambaran besar dan menjadi visionaris dan belum lagi harus konsentrasi untuk tujuan jangka pendek dari bisnis rintisan. Anda akan menjadi kurang sabar karena waktu yang mepet tapi juga harus bersabar karena tahu bahwa Anda harus membangun sesuatu. Apa yang membantu saya adalah saya mempunyai passion kuat dengan apa yang saya lakukan, jadi saya tidak merasa terpaksa untuk melakukan semuanya itu. Saya fokus dan mempersempit sesuatu untuk target yang lebih spesifik untuk memastikan bahwa saya selalu membuat sesuatu yang bisa saya kerjakan,” ujarnya.

Jangan Berhenti Ketika Sesuatu Baru Saja Dimulai
Terkadang, ketika satu pintu tertutup, pintu lain akan terbuka. Karena itu, kita harus lebih keras dalam mencari peluang dan jangan biarkan orang lain mendikte apa yang bisa atau tak bisa kita lakukan.

Gillian Tan, pendiri perusahaan produksi lokal Munkysuperstar Pictures, mengelola clicknetwork.tv—jaringan video online yang menawarkan program hiburan menyenangkan. Tan mulai merintis bisnisnya di sebuah ruangan di kantor ibunda dengan hanya bermodalkan Macbook miliknya untuk proses editing.

Keberhasilan yang diperoleh Tan bukan tanpa hambatan. “Tahun 2007, kami seharusnya memproduksi acara Girls Out Loud season 2 untuk Channel 5, tetapi dibatalkan pada menit-menit terakhir karena ada komplain dari masyarakat,” jelasnya.

Menghadapi hambatan kecilnya itu, Tan memutuskan untuk melakukan perjalanan singkat ke Malaysia bersama dengan host Girls Out Loud, Rosalyn dan Wendy. “Saya mengambil video Rosalyn dan Wendy dan berakhir di YouTube. Entah bagaimana, video itu disukai dan banyak orang yang meminta kami untuk memproduksi lebih banyak video lagi. Saya lalu memutuskan untuk melakukannya dan meng-upload video itu ke situs. Video perjalanan itu merupakan video pertama untuk clicknetwork.tv,” kenang Tan.

Hanya dalam empat tahun, clicknetwork.tv menjadi terkenal dan mengumpulkan lebih dari 23 juta video view. Video uji coba yang diproduksi olehnya kelak menjadi acara reality dating show lokal populer, yakni “Eye for a Guy”.

Diharapkan, pengalaman entrepreneur perempuan di atas bisa menjadi motivasi bagi Anda dalam mengarungi dunia usaha terjal yang penuh liku. Semoga sukses!

sumber
0 Komentar untuk "Inilah 5 Tips dari Entrepreneur Perempuan"

Download Ebook Gratis