income.web.id

Peluang Bisnis, Online dan Offline, Entrepreneurship


Dulu Kuli, Kini Beromzet Ratusan Juta


Bukanlah hal yang mudah membangun sebuah usaha, dibutuhkan niat, kerja keras, dan mental yang siap. Kisah dari seorang pengusaha furniture muda dan sukses ini mungkin dapat membuat Anda termotivasi.


Fadlan anak kedua dari tiga bersaudara lulusan SMP ini, memulai mencari nafkah sebagai pengukir jati di Jepara. Setelah setahun menjalani aktivitasnya, timbul niat untuk melanjutkan pendidikan di tingkat SMA. Tapi kondisi ekonominya tidak memungkinkan bagi Fadlan untuk melanjutkan sekolahnya. Akhirnya ia memutuskan untuk menyusul orangtuanya di Samarinda. Di kota ini dia menjadi seorang kuli batu.

Setahun kemudian ia mencoba peruntungannya. Karena krisis moneter pada saat itu, ia susah mendapatkan pekerjaan. Akhirnya ia kembali pulang ke Jepara dan menekuni pekerjaannya sebagai seorang tukang ukir.

Berbekal pengalamannya di bidang mebel, Ia pun mulai merintis usahanya di bidang furniture dengan bermodal hasil usahanya sebagai pengukir, di tahun 2002-2003 awal. Jatuh bangun bukan tidak pernah ia rasakan. Enam bulan di awal membangun usahanya, ia mengalami kebangkrutan. Tapi ia tidak putus semangat karena hal itu. Ia pun nekat menggadaikan motornya dan memulai usahanya menyuplai produk jati ke Kota Solo. Ternyata tidak sesuai harapan, barang yang dikirim tidak mengalami perkembangan malah mengalami kemacetan.

Mandeknya usaha mebel ini, membuat stok barang menumpuk di gudang. Sementara ia juga harus menggaji karyawannya. Hal ini mengakibatkan usahanya lagi-lagi harus gulung tikar. Tapi hal ini tidak lantas menyurutkan semangatnya.

Di akhir 2005 ia memutuskan kembali ke Samarinda, dan mulai mencoba peruntungannya kembali. Ia memulai dengan menawarkan produk ukiran dari pintu ke pintu. Untuk mulai membangun usaha ini ia nekat menjual perkakasnya yang berada di Jepara. Tetapi modalnya masih kurang, iapun mencari rekan dan membangun usaha bersama temannya sekampung.

Pada awal tahun 2006 ia menggambil barang satu kontainer di Jepara untuk didistribusikan ke sejumlah toko di Samarinda. Di awal pengiriman barang ini, Fadlan sempat mendapat keluhan dari konsumennya. Hal itu disebabkan karena ada barang yang rusak, akhirnya Fadlan memutuskan untuk mengontrol langsung produk jati yang akan dipasarkan.

Di tahun yang sama, ia mencoba menitipkan barang di salah satu toko di Samarinda, dengan pembagian hasil yang imbang. Selama beberapa bulan berjalan, kadang-kadang ada kerugian yang dialaminya. Berbekal pengalamannya, akhirnya bapak satu anak ini mencoba untuk menghabiskan stok barang yang ada, ketimbang harus mengorder kembali barang-barang baru.

Suami dari Dessy Shintia ini, mulai belajar untuk mengelola bisnisnya dengan lebih baik. Hingga akhirnya usahanya mulai menunjukkan perkembangan di tahun 2009. Dengan omzet mencapai 200 juta, saat ini Fadlan bisa menikmati kerja kerasnya selama ini. Saat ini Fadlan menjadi supplier produk jati Jepara, untuk wilayah Kaltim. Atas dorongan dari teman seperjuangannya ia kembali membangun usaha ini, belajar dari pengalaman yang lalu ia mulai bangkit dengan perbaikan manajemen dan kualitas barang, tapi goncangan masih saja dialaminya, penurunan itu tidak berlarut-larut ia rasakan sampai di akhir tahun 2009 usahanya terus berkembang hingga sekarang.

Penghasilan ini jelas mampu melunasi hutang-hutangnya sebelumnya, bahkan Fadlan kini mulai melebarkan sayap bisnisnya di bidang properti. “Usaha besar tidak harus dimulai dengan modal besar,” tukasnya.

sumber: kaltimpost.co.id, ciputraentrepreneurship.com
0 Komentar untuk "Dulu Kuli, Kini Beromzet Ratusan Juta"

Download Ebook Gratis