income.web.id

Peluang Bisnis, Online dan Offline, Entrepreneurship


Industri Kreatif Menyerap Banyak Tenaga Kerja


Tak dapat dipungkiri bahwa industri fashion merupakan salah satu bagian dari roda penggerak ekonomi kreatif di Indonesia. Menurut direktur pengembangan produk ekspor dan ekonomi kreatif dari Kementerian Perdagangan, Dody Edward, dari studi yang dilakukan oleh Kementerian Perdagangan pada periode 2002-2010, produk fashion merupakan penyumbang terbesar ekspor industri kreatif, dengan total kontribusi mencapai 61,13 persen dari total ekspor produk kreatif.


"Hal ini setara dengan 5,96 persen dari nilai ekspor nasional dengan rata-rata mencapai Rp 53,94 triliun," ungkap Dody, saat konferensi pers Jakarta Fashion Week 2013 di Kementerian Perdagangan, Jakarta.

Pada tahun 2010, nilai ekspor produk fashion sudah mencapai Rp 72 triliun, dan nilai ini meningkat sekitar 18,04 persen dari tahun sebelumnya. "Selain meningkatkan pendapatan negara, industri ini juga memiliki nilai positif karena dapat menyerap tenaga kerja dan penyediaan lapangan usaha nasional," tukasnya.

Diakui Dody, industri fashion mendominasi sektor industri kreatif sebesar 54,32 persen dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 4,13 juta orang, atau 4,22 persen dari tingkat partisipasi penyerapan tenaga kerja nasional.

Tak heran, jika sampai saat ini pemerintah sangat mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif melalui industri fashion. Upaya strategis dari pemerintah antara lain dengan memprioritaskan distribusi produk untuk menguasai pasar lokal, Asia, dan global. Terkait dengan hal ini, Kementerian Perdagangan berupaya untuk melakukan promosi dengan cara meningkatkan pemahaman pasar bagi pelaku fashion, serta perluasan jalur distribusi melalui pemanfaatan lembaga bisnis (trading house) yang sudah ada.

Yang perlu diperhatikan desainer
Tak hanya pemerintah yang harus memperhatikan peningkatan ekonomi dan kemajuan dunia fashion, para desainer juga diharapkan lebih berusaha menguasai pasar lokal. Karena sampai saat ini, masih banyak produk luar negeri yang dianggap lebih merajai Indonesia dibandingkan merek lokal. Produk luar negeri masih dianggap lebih bergengsi dan lebih memuaskan selera pasar ketimbang produk lokal. Untuk mengatasi hal ini, desainer perlu menambah wawasan tentang selera pasar, tren fashion, dan pemasaran produk.

Dalam hal pemasaran produk fashion, perubahan tren merupakan salah satu faktor yang sangat memengaruhi permintaan pasar. Hal ini disebabkan oleh perubahan selera pasar yang sangat dinamis, seperti perubahan gaya hidup, ekonomi, sosial, budaya, serta perkembangan teknologi informasi seperti internet dan ponsel. Dua hal terakhir ini memungkinkan masyarakat lebih mudah untuk mengakses informasi yang luas dan cepat, termasuk perubahan mode.

Di era sekarang ini, strategi pemasaran melalui bisnis e-commerce juga perlu diperhatikan. Mengandalkan nama besar desainer dan membuka butik di beberapa mal kini tak lagi menjamin kesuksesan dan peningkatan penjualan produk.

"Orang sekarang ini sudah mampu mengakses apa saja, darimana saja, dengan mudah dan cepat. Maka sebenarnya ini akan membantu strategi promosi yang efektif dan murah bagi para desainer," ungkap desainer baju muslim, Dian Pelangi.

Strategi promosi yang paling efektif melalui perkembangan teknologi informasi sangat pesat, terutama disebabkan peningkatan jumlah pengguna internet di dunia. Oleh karena itu para desainer tentunya dapat menjadikan internet sebagai salah satu alternatif sarana promosi yang lebih luas.

Dian Pelangi menambahkan, penggunaan internet untuk promosi melalui media sosial juga terbilang sangat efektif. Cara ini mampu meningkatkan produksi serta pendapatan seseorang dalam waktu yang terbilang cukup cepat.

sumber: kompas.com
0 Komentar untuk "Industri Kreatif Menyerap Banyak Tenaga Kerja"

Download Ebook Gratis