income.web.id

Peluang Bisnis, Online dan Offline, Entrepreneurship


Mengajak Desainer Lebih Maju dengan 'E-Commerce'


Dunia fashion tanah air kini semakin berkembang, terbukti dengan munculnya desainer-desainer muda yang berbakat. Untuk mengapresiasi para desainer yang telah banyak menghasilkan karya-karya indah, serta untuk memenuhi keinginan para pecinta fashion mengetahui tren mode 2013, maka ajang Jakarta Fashion Week 2013 akan kembali digelar.


"Ajang ini akan diadakan pada minggu pertama di bulan November mendatang, dan kali ini akan menjadi ajang yang berbeda dari sebelumnya. Karena ajang ini tidak hanya akan menghadirkan pesta mode semata, tapi juga menonjolkan kualitas produk dan memberi arahan tentang fashion," ungkap Lenni Tedja, Direktur Jakarta Fashion Week, saat konferensi pers JFW 2013 di Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat, Kamis.

Untuk ketiga kalinya, Jakarta Fashion Week menggandeng Kementrian Perdagangan sebagai mitra untuk penyelenggaraan event mode tahunan ini. Sebagai bentuk dukungannya, digelar workshop bertema "From Ready to Wear to Luxury Industry in Asia" pada tanggal 11-12 April 2012 di kantor Kementerian Perdagangan.

"Ajang ini diharapkan bisa memberikan wawasan dan pengetahuan kepada desainer Indonesia agar dapat meningkatkan daya saing produk melalui penciptaan dan penguatan merek lokal," ungkap Dody Edward, direktur pengembangan produk ekspor dan ekonomi kreatif dari Kementerian Perdagangan. Workshop ini sekaligus berfungsi sebagai pra-event rangkaian acara JFW 2013.

Dalam workshop ini, JFW bekerjasama dengan Istituto Marangoni memberikan berbagai trik serta strategi pengembangan penjualan produk berbasis teknologi internet yang sekarang ini sudah sangat populer.

"Dalam workshop ini, akan diajarkan berbagai cara untuk menentukan strategi pengembangan pemasaran yang efektif, penciptaan merek lokal agar tak kalah saing dengan merek luar negeri, dan juga untuk pemanfaatan teknologi dalam industri fashion," ungkap Fabio Ciquera, pengajar Luxury Brand Management & Strategies di Istituto Marangoni.

Fabio juga membahas pasar busana siap pakai dan strategi yang biasa dipakai di berbagai rumah mode mewah di Eropa, serta strategi berbasis teknologi yang bisa digunakan merek baru untuk meningkatkan kesuksesan bisnis mereka. Pemasaran berbasis teknologi internet atau e-commerce ini mau tak mau menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat.

Indonesia memiliki jumlah pengguna media sosial yang sangat besar, dan transaksi bisnis secara online yang terus meningkat, sehingga berbagai jurus serta kepekaan terhadap e-commerce ini sangatlah mendukung keberhasilan penjualan.

Lenni menjanjikan bahwa di ajang JFW mendatang, sekitar 70-80 persen busana yang akan dihadirkan merupakan busana yang ready to wear, sehingga lebih berorientasi komersil. Selain itu, ajang ini juga akan menghadirkan beberapa desainer asing yang ternama. Seperti biasa, ajang ini juga akan menggelar berbagai kompetisi seperti lomba rancang aksesori yang terdiri atas costume jewelery, lomba rancang sepatu, dan lomba rancang tas.

Di luar itu, Entrepreneur Award juga akan digelar. "Tahun lalu, Albert Yanuar berhasil menjadi juara lomba perancang mode Entrepreneur Award, dan mendapatkan kursus selama tiga bulan di Istituto Maragoni, Italia," ungkap Lenni

sumber: kompas.com
0 Komentar untuk "Mengajak Desainer Lebih Maju dengan 'E-Commerce'"

Download Ebook Gratis