income.web.id

Peluang Bisnis, Online dan Offline, Entrepreneurship


Nika Hanidah, Mantan Arsitek yang Sukses Berbisnis Online


Jangan pernah lagi meremehkan ibu rumah tangga. Dahulu, ibu rumah tangga mungkin selalu diidentikkan dengan perempuan yang hanya berkutat dengan anak dan pekerjaan rumah tangga serta hanya bisa menadahkan tangan kepada suami untuk urusan finansial. Kini, banyak ibu rumah tangga kian menyadari bahwa sebenarnya mereka berperan sebagai tulang punggung kedua setelah suami. Mereka harus menyiapkan diri ketika suatu saat nanti suami tidak bisa lagi melaksanakan perannya sebagai tulang punggung keluarga dengan berbagai alasan, sakit atau meninggal dunia misalnya. Atau, walaupun suami masih mampu mencari nafkah namun kebutuhan keluarga kurang terpenuhi dengan maksimal dan di sinilah mereka, para ibu rumah tangga membantu menutupi kekurangan tersebut.


Memang kesadaran mereka tentang perannya sebagai tulang punggung kedua seringkali membuat sebagian dari mereka lupa akan kodratnya sebagai perempuan, sebagai ibu, dan sebagai istri. Namun, masih banyak dari mereka yang berusaha menyeimbangkan perannya sebagai ibu dan sebagai tulang punggung kedua yang membantu atau bahkan menggantikan suami dalam mencari nafkah. Dan tidak sedikit cara untuk memudahkan ibu rumah tangga dalam menyeimbangkan perannya tersebut, salah satunya dengan menjalankan bisnis online.

Bisnis online menjadi solusi mudah, murah, dan efektif bagi ibu rumah tangga yang ingin berpenghasilan namun tetap ingin di rumah mendampingi anak-anak mereka. Dan bisnis online ini pula yang dipilih Nika Hanidah, seorang mantan arsitek jebolan perguruan tinggi ternama, ITS.

Sebelum menikah, Nika Hanidah bekerja sebagai arsitek di sebuah perusahaan swasta. Namun, setelah menikah, ia menuruti nasihat suaminya untuk bekerja di rumah saja. Sebagai seorang arsitek, ia harus mempunyai ide-ide desain yang segar untuk kliennya. Kehadiran anak pertama membuatnya sulit untuk memunculkan ide desain dan menyelesaikan proyek pesanan kliennya tepat waktu karena mengasuh bayi tanpa pembantu memang sangat menyita waktu dan tenaga. Karena tidak ingin mengecewakan klien-klien selanjutnya, ia pun memutuskan untuk menyudahi kariernya sebagai seorang arsitek.

Ia mencari ide bisnis yang dapat ia lakukan di rumah sambil mengasuh putri tercintanya. Sebagai seorang perantau, ia bergabung dengan berbagai komunitas di dunia maya. Dari situlah ia mendapatkan ide untuk menekuni bisnis online dengan menjual berbagai produk. Wanita asli Nganjuk, Jawa Timur ini mengawali jualan online-nya dengan menjual produk yang memang ia butuhkan dan ia sukai. Dengan begitu,ia bisa memberikan testimoni produk tersebut sehingga orang lain akan tertarik untuk membeli.

Produk-produk yang mulanya ia jual adalah boneka tangan, globe tiup, dan kemoceng bulu domba. Produk-produk tersebut selalu ludes karena banyak peminat. Suaminya pun mengajaknya untuk menjual selimut jepang yang saat itu sedang booming. Bisnis selimut jepang pun menuai hasil yang gemilang. Namun, pabrik selimut jepang tersebut mendadak tutup dan ia pun kembali menjual berbagai produk yang kian hari kian variatif. Produk yang jual adalah alat-alat edukasi, kebutuhan ibu hamil, mainan anak, pakaian dewasa, hingga makanan dan minuman. Karena banyaknya produk yang ia jual, tokonya disebut sebagai hypermart online.

Nika Hanidah membuat sebuah toko online di multiply yaitu http://nikanikaikanshop.multiply.com. Namun karena lebih mudah berinteraksi di Facebook, ia pun menggunakan akunnya untuk menjual produk-produk dagangannya. Kini, ia telah menggunakan Fanpage di Facebook untuk menjalankan aktivitasnya berjualan online, yaitu Nikanikaikanshop Depok. Dengan menggunakan fasilitas tidak berbayar itulah ibunda dari Mutia dan Hatta ini mampu memperoleh omzet antara Rp 80-90 juta setiap bulannya. Sungguh omzet yang luar biasa besar mengingat semua aktivitas bisnisnya hanya dilakukan di rumahnya di komplek perumahan Puri Mas Depok, Depok, Jawa Barat.

Hebatnya lagi, mulai dari berbelanja , meng-upload foto produk ke toko ,mencari pembeli,hingga membungkus pesanan pembeli ia lakukan sendiri. Di tengah kesibukannya mengurus toko onlinenya yang tidak pernah sepi pembeli tersebut, ia tetap bisa mengasuh dan mendampingi kedua anaknya.

Apa kiat yang dilakukan oleh istri Kurniawan Adhy Wibowo ini sehingga omzet dari toko sederhananya tersebut begitu fantastis? Tidak muluk-muluk, ia hanya rajin mengunjungi teman-temannya di Facebook, memberi komentar di status teman-temannya tersebut. Dengan begitu terjalin sebuah hubungan pertemanan yang dekat. Tentu sebagai teman dekat, mereka lebih memilih berbelanja ke tokonya daripada toko lain ketika membutuhkan suatu barang. Semakin banyak teman dekat berarti semakin banyak pembeli. Selain itu, produk yang dijualnya sangat variatif sehingga membuatnya tidak bosan menjalankan usahanya tersebut. Di tokonya, selalu ada barang produk baru karena ia selalu jeli dalam hal mencari produk yang dibutuhkan pembeli untuk mengisi tokonya.

Nika Hanidah juga berusaha memberdayakan tetangganya yang mahir mencipta suatu produk. Seorang tetangganya mahir membuat kukis hias. Mamuta, begitu sapaan akrabnya di dunia maya, memasarkan kukis tersebut di tokonya. Selain menggaet tetangganya yang mahir membuat kukis hias, ia juga menggaet tetangga yang mahir membuat pempek. Sebuah usaha yang mulia, bukan? Karena turut serta memberdayakan ekonomi tetangga.

Nah, para ibu rumah tangga, apalagi yang ditunggu? Ikuti jejak Nikah Hanidah ini sehingga mempunyai penghasilan tanpa batas bukan lagi sekadar mimpi.

sumber
0 Komentar untuk "Nika Hanidah, Mantan Arsitek yang Sukses Berbisnis Online"

Download Ebook Gratis