income.web.id

Peluang Bisnis, Online dan Offline, Entrepreneurship


Peluang Usaha : Raup Laba Berkat Es Durian


Peluang Usaha : Raup Laba Berkat Es Durian. Es Mendem Durian mampu mengantarkan Fachrozi ke tanah Suci Mekah serta memberikannya mobil baru. Tak heran bila makin hari makin banyak usaha kuliner bermunculan. Sebab hasil yang dinantikan juga memang cukup besar.


Sebelum sukses merintis bisnisnya saat ini, Muhammad Fachrozi yang akrab disapa Ozi harus melewati perjalanan yang tak begitu mulus. Meski demikian, alumnus SMA 1 Samarinda ini tetap berjuang dengan gigih.

Ozi menceritakan kisahnya bermulai saat dia bekerja pada sang ibu sejak Agustus 2007. Patmawati, ibu Ozi, mempunyai usaha jasa layanan TV kabel.

Meski usaha itu milik ibunya, bukan berarti dia langsung mendapatkan pekerjaan yang nyaman. “Saya bertugas di bagian penagihan. Jadilah setiap bulan saya harus berkeliling menagih iuran TV kabel,” kata Ozi seperti dilansir Kaltim Post.

Saat itu dia mendapat uang senilai Rp 400 ribu per bulan sebagai imbalan dari hasil kerja kerasnya. Dia mengatakan beragam kisah suka dan duka pernah dialaminya. Dikatakan Ozi, momen yang tak bisa dilupakannya adalah saat dirinya diusir oleh pemilik rumah saat menagih pembayaran TV kabel.

Hanya enam bulan dia bertahan menjalani pekerjaan ini. Alasannya bukan karena sering mendapat perlakuan tak mengenakkan, namun karena dia harus melanjutkan pendidikannya di bangku perguruan tinggi.

Meski telah kuliah, mahasiswa jurusan Teknik Lingkungan di Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda, ini tak tinggal diam. Dia tetap membantu usaha ibunya, tapi bedanya kali ini Ozi tak mendapat imbalan apa-apa.

Setiap hari dia bertugas mengantarkan pesanan kue dari langganan ibunya. Setelah mengantar kue, Ozi lantas pergi kuliah dan kembali mengantar kue-kue pesanan pada sore harinya. Kegiatan ini rutin dilakukannya selama tiga tahun sejak 2008 hingga 2011.

Sering membantu usaha sang ibu, dia berpikiran untuk membuka usaha sendiri. Ozi pun pergi ke Malang, Jawa Timur, untuk mencari inspirasi usaha. Niatnya saat itu membuka usaha kuliner. Di Kota Apel itu sulung dari dua bersaudara ini berkeliling dan mencicipi kuliner yang dijual di sana.

Dari sekian banyak makanan dan minuman yang dicobanya, hatinya tertambat pada Mendem Duren. Kuliner ini terdiri dari es serut, daging durian beku, lalu dicampur gula cair, susu kental manis, dengan toping dan kacang atau cokelat.

Mendem duren ini merupakan usaha waralaba yang berpusat di Jogjakarta. “Es Mendem Duren ini belum ada di Samarinda, makanya saya tertarik untuk memperkenalkannya di sana,” kata Ozi.

Modal awal usaha ini sebesar Rp 40 juta didapatkannya dari ibunya dan hasil penjualan sepeda motor miliknya. Dia menceritakan ibunya hanya membantu setengah dari modal yang dia perlukan karena itu dia terpaksa menjual tunggangan kesayangannya, Yamaha Vixion.

Pada 6 Desember 2011, lalu dia mulai menjalankan bisnisnya. Outlet pertamanya terletak di Jalan Antasari, Samarinda. Kala itu belum banyak orang yang mengenal produk ini. Untuk memperkenalkannya, kata Ozi, dia membuat semacam brosur yang dibaginya di perempatan jalan.

“Saya dibantu teman saya, Muhammad Abduh, saat membagikan brosur. Selain itu saya juga aktif berpromosi di media sosial seperti Twiiter,” kata pria kelahiran Samarinda, 23 September 1989.

Selama enam bulan memulai usaha, Ozi menjalankannya seorang diri tanpa dibantu karyawan. Dia menceritakan, sejak siang dia harus menumbuk es batu dengan kayu ulin agar menjadi serpihan halus. Itu dilakukannya karena dia tak mempunyai alat penyerut es.

“Otot tangan saya pegal semua, belum sempat istirahat saya harus berjualan lagi. Jualannya belum tentu ramai. Kadang kalau sepi, berjualan selama tujuh jam sejak pukul 16.00 Wita hanya laku tujuh gelas saja. Saat itu bisa laku 100 gelas sehari sudah berkah luar biasa,” sebutnya.

Sepi pembeli tak menghilangkan semangatnya, Ozi tetap berusaha dengan giat. Lambat laun usahanya makin dikenal bahkan saat ini menjadi salah satu kuliner favorit di Kota Tepian. Kini Ozi memperkerjakan delapan karyawan di empat cabang Mendem Duren miliknya. Di sini dia menjadi pemegang lisensi khusus produk Mendem Duren di Samarinda.

Setiap bulannya Ozi dapat menghabiskan 1,5 hingga 2 ton daging durian beku yang dipasok dari pusat waralabanya. Es ini dijualnya berdasarkan ukuran daging durian yang dipakai.

“Dari satu buah durian yang dagingnya dibekukan, jika menggunakan seperempatnya kami jual seharga Rp 11 ribu, jika setengah daging durian dijual Rp 15 ribu. Sedangkan, daging durian beku dari satu buah durian dijual seharga Rp 22 ribu,” jelasnya.

Dari hasil usaha ini dia dapat membeli motor sendiri menggantikan motor kesayangannya yang dulu dijual untuk menambahkan modal. Tak hanya itu, Ozi mampu membeli sebuah mobil dan menyewa sebuah rumah yang digunakannya sebagai gudang penyimpanan. Dia juga telah ke tanah Suci Mekah untuk melakukan ibadah umrah dari hasil keringatnya.

“Tahun ini saya sengaja pergi sendiri, tapi nanti saya berusaha mengajak kedua orang tua saya untuk ikut umrah,” kata Ozi. Soal rencana bisnis, Ozi menyebut akan membuka satu cabang Mendem Duren lagi dalam waktu dekat. Selain itu dia juga berencana menjalankan bisnis lain di luar bisnis kuliner.

sumber: ciputraentrepreneurship.com
1 Komentar untuk "Peluang Usaha : Raup Laba Berkat Es Durian"

Download Ebook Gratis